Sikap mahasiswa SMK Indonesia terhadap pembelajaran berbasis proyek dalam mata kuliah Bahasa Inggris
1. Pendahuluan
Sikap memegang peranan penting dalam penerimaan regulasi baru yang diperkenalkan untuk penerapan PjBL di Indonesia. Orang membangun sikap yang berasal dari proses mental mereka, seperti perasaan dan persepsi. Ajzen telah mengkategorikan tiga domain respons terhadap objek sikap, yaitu respons kognitif, perilaku, dan afektif. Sikap mencakup persepsi dan keyakinan kognitif, suka dan tidak suka afektif, perasaan atau emosi yang ditimbulkan, dan tindakan perilaku atau niat yang diungkapkan yang diarahkan terhadap suatu objek, berdasarkan respons kognitif dan afektif individu. Aspek kognitif berkaitan dengan pikiran dan persepsi orang terhadap objek, elemen afektif berkaitan dengan respons emosional individu seperti suka atau tidak suka, dan komponen perilaku berkaitan dengan tindakan orang yang diarahkan terhadap objek sikap. Beberapa penelitian telah melaporkan sikap positif siswa terhadap PjBL. Meskipun PjBL merupakan aspek penting dalam pendidikan, sangat sedikit penelitian yang menyelidiki sikap mahasiswa terhadap penerapannya. Mengingat bahwa mahasiswa sekolah kejuruan Indonesia baru-baru ini dinilai berdasarkan kinerja mereka dalam PjBL, penting untuk memahami sikap mereka terhadap penerapan pendekatan ini, serta keterampilan bahasa Inggris dan aspirasi karier mereka. Penelitian ini berupaya mengevaluasi sikap mahasiswa terhadap penerapan PjBL di semua sekolah kejuruan di Indonesia, dengan tujuan untuk menentukan apakah pendekatan ini diterima dengan baik. Penelitian ini juga bertujuan untuk menyelidiki dampak pelajaran bahasa Inggris yang diperoleh melalui proyek terhadap pemahaman mahasiswa tentang relevansi bahasa tersebut dengan karier masa depan mereka. Penelitian ini merupakan salah satu penelitian pertama yang mengeksplorasi penerapan PjBL di sekolah kejuruan di tingkat nasional. Penelitian ini menyoroti kebijakan baru pemerintah terkait penerapan PjBL di sekolah kejuruan di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memandu kemajuan dan penyebaran PjBL di sekolah kejuruan di Indonesia sambil memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan dan preferensi berbagai tuntutan industri. Berdasarkan kesenjangan penelitian ini, penelitian ini bertujuan untuk mengukur sikap mahasiswa kejuruan Indonesia terhadap penerapan PjBL dalam mata kuliah Bahasa Inggris mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hal-hal berikut: i) Bagaimana sikap mahasiswa kejuruan Indonesia terhadap PjBL dalam mata kuliah Bahasa Inggris? Apakah sikap mahasiswa memengaruhi aspirasi karier mereka melalui persepsi mereka terhadap manfaat PjBL bagi keterampilan Bahasa Inggris mereka.
2. Pembahasan
Penelitian ini dilakukan pada awal penerapan wajib PjBL di sekolah kejuruan di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa sekolah kejuruan Indonesia memiliki sikap positif terhadap penerapan PjBL dalam mata kuliah Bahasa Inggris mereka. Karena penelitian sebelumnya sebagian besar mengkaji mahasiswa, penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa kejuruan juga memiliki kesan positif terhadap PjBL di kelas Bahasa Inggris mereka. Jadi, karena mahasiswa kejuruan menghabiskan lebih banyak waktu untuk pengetahuan praktis, PjBL ideal untuk diterapkan di kelas Bahasa Inggris. Penelitian ini menggemakan penelitian sebelumnya bahwa PBL dapat memiliki efek positif pada sikap mahasiswa terhadap mata kuliah konten yang bertentangan dengan yang menyatakan tidak ada perbedaan dalam sikap mahasiswa terhadap penerapan PjBL. PjBL memberikan penggunaan bahasa yang autentik, Karena sekolah kejuruan berfokus pada keterampilan dan pelatihan, dan kurang teoritis dibandingkan dengan lingkungan universitas, ia menempatkan nilai yang lebih tinggi pada pengetahuan praktis daripada pengetahuan teoritis. Dalam konteks VET, konten pembelajaran umumnya dianggap konkret dan khusus, dan pembelajaran vokasional mencakup kerja fisik dan interaksi antara peserta dan artefak. Hal ini sesuai dengan deskripsi UNESCO bahwa praktik TVET saat ini di Indonesia menggeser paradigma pendidikan vokasional ke keterampilan yang lebih praktis daripada pengetahuan teoritis.Penelitian ini menunjukkan bahwa sikap kognitif, afektif, dan perilaku secara tidak langsung memengaruhi aspirasi karier siswa melalui persepsi mereka terhadap manfaat PjBL pada keterampilan bahasa Inggris mereka. Studi ini menunjukkan bahwa cara berpikir, merasa, dan berperilaku mahasiswa secara tidak langsung memengaruhi tujuan karier mereka. Pengaruh ini terjadi melalui cara mereka memandang manfaat PjBL terhadap keterampilan bahasa Inggris mereka. Mengetahui bahwa bahasa Inggris akan berguna bagi aspirasi karier mereka, mahasiswa mengembangkan sikap positif terhadap penerapan PjBL, yang menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya bahasa Inggris. Penting untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat melihat hubungan tersebut untuk menyadari bahwa apa yang mereka pelajari di perguruan tinggi bermanfaat bagi karier mereka. Ketika mahasiswa membuat hubungan antara pengalaman mereka dan informasi pendidikan yang diberikan, hasil belajar mereka meningkat. Dengan demikian, mahasiswa mempelajari bahasa Inggris untuk tujuan jangka panjang alih-alih hanya memenuhi kewajiban mereka untuk lulus mata kuliah.Sikap mahasiswa SMK Indonesia terhadap pembelajaran berbasis proyek. Perubahan cepat akibat revolusi industri telah memacu transformasi dan evaluasi cepat terhadap kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. PjBL sangat cocok untuk diterapkan dalam kursus bahasa Inggris di sekolah kejuruan di Indonesia. Studi ini menunjukkan potensi PjBL sebagai metode pedagogis yang menjanjikan dalam kursus bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan kerja siswa, yang merupakan tujuan utama pendidikan kejuruan.
3. Kesimpulan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa memiliki sikap positif terhadap PjBL di kelas Bahasa Inggris mereka. Peraturan baru yang mempromosikan PjBL di kalangan siswa kejuruan di Indonesia telah diterima dengan baik, sebagaimana
dibuktikan oleh berbagai indikator positif. Penelitian ini menemukan bahwa persepsi siswa tentang manfaat PjBL pada keterampilan Bahasa Inggris mereka memengaruhi sikap kognitif, afektif, dan perilaku mereka, yang pada gilirannya memengaruhi aspirasi karier mereka. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena dilakukan dalam skala nasional dan kegiatan PjBL yang terperinci tidak dieksplorasi karena beragam dari satu tempat ke tempat lain. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menentukan dan meminta jenis-jenis PjBL yang diterapkan di sekolah kejuruan selama pelajaran Bahasa Inggris. Selain itu, pemangku kepentingan sekolah kejuruan harus mengantisipasi perubahan industri yang cepat dengan mengubah pola pikir mereka dan mencoba instruksi pedagogis baru untuk mengurangi kesenjangan antara lulusan kejuruan dan persyaratan industri.

Komentar
Posting Komentar